Ditinggal Rabi (Neh)

Standard

Musim kawin!!!

Ya, bulan keempat di tahun ini tidak seperti bulan biasanya. Ada yang special di bulan ini, dan letak ke-special-annya adalah karena di bulan ini banyak sekali orang yang melangsungkan pernikahan. Hampir setengah lusin temanku telah dan akan menikah di bulan ini. Bahkan, The Royal Wedding yang digadang-gadang sebagai “The most luxury wedding in 21st century” juga terjadi di bulan ini.

Congratz for all…. ^_^

Tiga hari yang lalu, sebuah telpon mengejutkan seorang cowok. Ia terkejut karena telpon itu berasal dari seorang wanita yang sudah hampir setahun ini ingin dilupakannya. Dan ketika proses melupakan ini berlangsung hampir sempurna, kini suara wanita itu kembali merasuk ke telinga si cowok.

Cowok : Assalamu’alaikum   *mengangkat telpon

Cewek : Wa’alikumsalam… Lagi dimana, Mas…???

Cowok : Ne lagi kerja. Ada apa???   *penasaran

Cewek : Wah, berarti aku ganggu neh…???

Cowok : Kapan sih kamu gag ganggu aku??? *merayu

Cewek : *tertawa* Ah, kamu tetep aja seperti dulu. Gag pernah berubah…

Cowok : *tersipu malu* Emang aku Power Ranger yang bisa berubah???

Cewek : Meski kamu bukan Power Ranger, kamu tetep super hero kok…   *meledek

Cowok : Siall..!!! Tetap saja kamu tak pernah mau berhenti menggodaku.

Cewek : Tapi beneran aku gag ganggu neh???

Cowok : Kamu memang selalu berbasa-basi. Tapi sebentar, rasanya gag afdol jika telpon trus gag nanyain kabar. Gimana kabarmu???

Cewek : Alhamdulillah baik dan sehat,,, Tapi ada kabar yang lebih baik lagi, Mas… Tapi aku gag tahu kabar ini juga baik untukmu atau tidak…   *tertawa

Cowok : Bagaimana kamu bisa tahu jika tidak kamu katakan???

Cewek : Sebelumnya maaf, aku baru bisa kasih kabar. InsyaAllah besok tanggal 30 bulan ini aku nikah. Kamu aku undang kerumahku jam 4 sore. Maaf  kalo undangannya Cuma lewat telpon.

Kilat seperti di depan mata dan petir bagai di atas kepala. Kata-kata yang baru saja dikatakan si cewek membuat si cowok sesaat hilang kesadaran. Ia pencet-pencet mouse computer yang ada di depannya sehingga suaranya hampir beriringan dengan suara deguban jantungnya. Ia merasa tak percaya, tapi ia tahu jika si cewek tak pernah berbohong padanya, meski itu hanya bercanda.

Cowok : Aku memang selalu bercanda, tapi untuk kali ini aku serius. Apakah yang baru saja kamu katakan itu benar???

Cewek : Apakah aku pernah berbohong padamu, Mas…???

Cowok : Iya, aku tahu itu. Aku Cuma ingin meyakinkan diriku.

Cewek : Bagaimana??? Kamu akan datang kan???

#sesaat terdiam#

Cewek : Bagaimana, Mas..??? Kamu bisa datang kan???   *mengulang pertanyaan

Cowok : Gag,,, Aku gag akan datang!!! Aku gag ingin pernikahanmu batal ketika nanti aku datang. Aku tak ingin membuatmu berubah pikiran.   *tertawa lirih

Cewek : Tuh kan… Bollywoodisme dan Sinetron sentris-nya mulai lagi??? Kebanyakan nonton Cinta Fitri sih…   *kesal

Cowok : *tertawa* tapi beneran, aku gag bisa datang. Kamu sih, ngasih taunya mendadak. Ngurus cuti disini agak ribet.

Cewek : Ah, katanya cinta??? Mana???

Cowok : Hei..Hei..Hei.. Jangan kau sebut kata itu lagi, Pemudi!!! Sudah lama aku melupakannya. *gaya Bung Karno

Cewek : Okay.. Okay.. Okay.. Aku tak akan memaksamu, My Boy!!! *tertawa

Cowok : Jangan khawatir… Meski aku gag datang, doa dan kadonya insyAllah nyampek ke rumahmu kok!!! Masih tetep 330776 kan??? *nomor sandi alamat rumah si cewek

Cewek : *Ngakak Gulun-Gulung* Masih saja kamu mengingat morse itu!!!

Cowok : Tapi aku akan segera melupakannya!!! *tertawa getir

Cewek : Trus, kapan kamu nyusul, Mas…???

Cowok : Apakah pertanyaanmu ini hanya sekedar basa-basi atau memang sengaja meledekku???

Cewek : *tertawa* Ya, mungkin 30% hanyalah berbasa-basi, dan selebihnya adalah ingin menyemangatimu…   *masih tertawa

Cowok : Untuk saat ini, aku masih dikenai hukum haram jika saja aku menikah sekarang. Abis belum siap lahir batin sih… Do’akan ajalah!!! Semoga bisa segera menyusulmu. *tertawa lirih

Cewek : Sebenarnya, siap atau gag siap itu hanya masalah niat aja, Mas… Tapi aku do’akan semoga nanti kamu mendapatkna yang lebih baik dariku. Bukankah dulu kamu pernah bilang padaku bahwa orang baik akan mendapat orang baik pula??? Dan aku merasa kamu adalah salah satu diantaranya.

Cowok : Amin.. Makasih ya… (Itulah yang membuatku sulit melupakanmu *dalam hati*)

Cewek : Ya udah, terusin kerjamu… Minta do’anya ya, Mas…

Cowok : Pasti!!!

Cewek : Yiiiiuukkk Mariii… Assalamu’alaikum *menutup telpon

Si cowok menjawab salam si cewek hanya di dalam hati. Ia kembali kehilangan kesadaran. Ia melamunkan sesuatu. Sekitar setahun yang lalu, sebuah keputusan telah dibuatnya, dan kini keputusan itu melahirkan sebuah keputusan baru. Ya, keputusan yang mendatangkan kilat di depan mata dan sambaran petir di atas kepala. Namun si cowok tak pernah menyesali keputusan yang telah dibuatnya. Meski tak bisa dipungkiri, hembusan angin kekecewaan sedikit merasuk kedalam hatinya.

Ya, tidak ada yang harus disesali. Tak ada lagi kata ‘seandainya’; ‘andaikata’; ‘jikalau’; dan ‘jika saja’. Rentetan kata pengkhianatan pada realita.

Saudariku, satu pesanku untukmu, engkau akan meninggalkan suasana yang telah melahirkanmu, dan engkau pun akan berpisah dengan kehidupan yang selama ini membesarkanmu. Seandainya seorang wanita tidak membutuhkan seorang suami karena kekayaan kedua orang tuanya dan kebutuhan mereka terhadapnya, maka engkau adalah orang yang paling tidak membutuhkan suami. Namun kenyataan mengatakan bahwa wanita itu diciptakan untuk laki-laki dan laki-laki diciptakan untuknya.

Memang benar, sehebat apapun seorang wanita, secerdik apapun perempuan, dan secantik apapun ia, pintu fitnah itu terbuka lebar baginya. Dan kebajikan yang paling bijak adalah menutup rapat-rapat pintu itu. Karena itu, aku harus mengakui kehebatanmu. Kehebatan pada sebuah keputusan yang telah engkau buat,

“Selamat Menempuh Hidup Baru, Saudariku… Barokallohulaka wa baroka ‘alaika wa jama’abainakumaa fii khair”

 

#Back sound#

 

mungkin aku terlanjur

tak sanggup jauh dari dirimu

ku ingin engkau selalu

jadikan aku

ku ingin engkau mampu

ku ingin engkau selalu bisa

temani diriku sampai akhir hayatmu

meskipun itu hanya terucap

dari mulutmu oooh dari dirimu

yang terlanjur mampu bahagiakan aku

hingga ujung waktu selalu

#Saat Bahagia

 

Ampera, Poris

Tangerang, 30th April, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s