Love Accounting

Standard

“Akuntansi Percintaan”

Sumpah… Judulnya ngaco!!!

Ganti aja dah, khan saya orangnya gag suka ngaco.

 

“Love Acoounting”

Laahh… Sama aja… ^_^v

 

Akuntansi Percintaan??? Memang ada???

Sebenarnya memang gag ada sih,,, namun justru karena ketiadaannya inilah saya mencoba membuatnya menjadi ada.Hehehe🙂

Selama ini, di dunia nyata maupun gaib, sedang sadar ataupun khilaf, kita hanya mengenal Finance Accounting dan Management Accounting dalam history ilmu akuntansi. Dan jika mendengar kedua istilah itu, saya yakin 300 % yang muncul pertama kali di benak anda adalah ‘angka dan uang’ atau ‘uang dan angka’. Untuk sementara, kita lupakan sejenak dengan kedua istilah itu, karena saya tak ingin anda bermaalah dengan rambut rontok (Loh.. kan ada Mr. Rejoice dan Mrs. Pantine) Husssttt… Gag boleh nyebut merk!!!

#BIG CENSORE#

Lantas, apa sih akuntansi percintaan??? Adakahhubungannya dengan akuntansi keuangan???

Secara garis besar, sebenarnya sih sama (Seberapa besar ya garisnya???), yang membedakan dari keduanya hanyalah jika Akuntansi Keuangan merupakan consensus dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), sedang Akuntansi Percintaan merupakan consensus dari Ikatan Jomblo Lucu dan Imut (IJO LUMUT).Hehehe….

 

Hoee Mas…. Saya serius!!! *pembaca kecewa.

Okay.. Okay… Baiklah… (-_-“) *be afraid

Kawan, pernahkah anda mencintai seseorang yang mencintai orang lain??? Dan anda tahu jika orang lain itu tidak mencintai orang yang kamu cintai???

Sebagian orang mungkin akan merasa kecewa dan sedikit optimis jika dihadapkan dengan hal seperti itu. Namun rasa kecewa itu pasti seribu kali lebih besar disbanding rasa optimisnya. Dan sebagian yang lain akan merasa biasa saja, karena orang yang seperti ini sangat meyakini terhadap takdir yang memang harus diterimanya. Sejenak kita lupakan lagi tentang takdir dan kekecewaan, karena memang bukan itu maksud dari pertanyaan saya.

Jika anda pernah mengalami atau bahkan sedang mengalami seperti apa yang saya tanyakan diatas, maka berdasarkan Akuntansi percintaan, saya bias menyimpulkan bahwa anda adalah pihak yang mengalami kerugian (loss).

Pertanyaannya sekarang, mengapa bias seperti itu???

Itu karena anda mencintai seseorang sedang orang itu tidak mencintai anda. Itu disebut sebagai pihak yang rugi. Sedang orang yang anda cintai berada di titik equilibrium sehingga ia akan mengalami Break Even Point (BEP). Karena selain ia mencintai, ia juga dicintai oleh anda. Sedang pihak yang memperoleh keuntungan (profit) adalah orang lain yang dicintai oleh orang yang anda cintai. Dan besarnya keuntungan itu adalah sama dengan kerugian yang anda peroleh. (Bingung yaaa???)

Mungkin example saya diatas bias memberikan sedikit gambaran mengenai Akuntansi Percintaan yang akan segera kita bahas. *contohnya aja ngaco apalagi pembahasannya.

Berikutnya kawan, pernahkah anda mencintai seseorang yang mencintai orang lain??? Dan kamu tahu jika orang lain itu juga mencintai orang yang anda cintai???

Orang yang mengalami hal seperti ini sedang menghadapi sakaratul maut cinta. Kiamat dalam dunia asmaranya. Ia akan memandang dunia ini dengan tatapan yang berbeda. Segala sesuatu akan terlihat hitam olehnya. Bunga terlihat seperti duri, dan bumi seolah datar menghampar. Dia kan terserang penyakit ‘Dilemasiologisme’. Kebingungan tingkat maksimal dan dilemma batin yang sangat akut. Ini tidak hanya akan menyerang fisik dan psikisnya, tapi juga kepercayaan. Kepercayaan kepada siapapun, terlebih kepercayaan pada dirinya sendiri. Jika dia berusaha untuk mengatasinya, maka dia telah berbuat kesalahan. Karena tiada cara yang lebih baik bagi seorang yang mengalami hal seperti itu selain diam dan menunggu sebuah keajaiban. Dan buntut dari semua itu adalah terciptanya sebuah ‘disappointment’

Perlu anda ketahui kawan, ketika kamu mencintai seseorang yang mencintai orang lain, maka sebenarnya saat itulah anda sedang menemukan cinta sejati. Karena cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: Aku turut bahagia untukmu… Hiks.. Hiks… T_T *mana tissue???

Kekecewaan mengajarkan kita tentang arti kehidupan. Mengajarkan bahwa segala sesuatu ada saatnya. Takdir mempunyai umur yang harus ditempuh sebelum ia tiba. Segala sesuatu ada dalam batasan waktu yang tertulis. Dan juga dalam batasan ruang tentunya. Jangan mengharapkan keinginan anda cepat terjadi dan apa yang tidak anda inginkan segera hilang. Itu bukanlah wewenang anda!!!

Kita tak akan pernah tau kapan saat itu dating. Stright Line Methode dan Accelerate Cost Recovery System tak akan pernah mampu mengestimasikannya. Metode Saldo Menurun dan Sum of Years Digit Methode tak akan pernah dapat memprediksikannya. Namun percayalah, SAAT itu pasti datang.

Bagi yang sedang ingin menunggu datangnya saat itu, maka tunggulah ia dengan sabar dan rela. Sedikit mengeluh dan meratap akan mengotori keindahan sesuatu yang anda nantikan. Sesuatu akan indah pada saatnya….

Bagi yang sudah menemukan apa yang ditunggu, janganlah cepat merasa puas. Terlebih-lebih merasa bangga dengan apa yang telah ditemukannya. Benarkah yang datang itu adalah sesuatu yang benar-benar anda tunggu??? Atau hanya sekedar lintas bayangannya saja. Segala sesuatu haruslah dievalusai kawan. Bukankah yang baik akan mendapat yang baik??? Bukankah yang kotor akan mendapat yang kotor??? (Red: An-Nur 26)

Jika sekarang anda merasa bahwa diri anda kotor, sedang seseorang yang telah datang itu anda anggap sudah baik, tentulah ada kejanggalan yang terjadi atas hukum ala mini. Begitu pula sebaliknya, jika sekarang anda merasa bahwa diri anda baik, sedang seseorang yang telah datang itu anda anggap masih kotor, maka perlulah semua itu di kaji dan dievaluasi ulang.

 

That all of your days are numbered,

All of them one to one hundred

All of them millions, all of them trillions

So what are you gonna do with them all?

You can not trade them in for more, no, no

*Lenka*

 

Ritz Carlton, One Pacific Place

Jakarta, 6th February 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s