Purple Love Vs Dazzle Love

Standard

#Back Sound#

Ungu Feat Andien

mungkin aku terlanjur

tak sanggup jauh dari dirimu

ku ingin engkau selalu

tuk jadi milikku

ku ingin engkau mampu

ku ingin engkau selalu bisa

temani diriku sampai akhir hayatmu

meskipun itu hanya terucap

dari mulutmu oooh dari dirimu

yang terlanjur mampu bahagiakan aku

hingga ujung waktu selalu

****************************************

Lebih dari  dua minggu sudah, suara itu terus terngiang di telinga seorang cowok. Ya, suara pengkhianatan keyakinan terhadap sebuah teori. Jika dikonversikan, sudah hampir 954 jam keyakinan si cowok akan teori jodoh telah terkhianati. Jika dulu orang sering mengatakan “Kalaulah jodoh, pasti tak akan kemana”, kini harus berubah “Kalaulah jodoh, harus kemana-mana”. Dan jika dulu “Jodoh ada di tangan Tuhan, namun kini “Jodoh adalah kehendak Tuhan”. Mungkin itu adalah dua hukum terbaru tentang jodoh yang telah diamandemen. Lex Posteriori derogat legi priori. Bukankah hukum yang baru mengenyampingkan hukum yang lama??? Seperti halnya hukum positif, hukum perjodohanpun juga menganut azas ini.

Berubahnya status seorang cewek dari ‘single’ menjadi ‘mariage’ menyisakan goresan kekecewaan di hati sang cowok meski akalnya terus menjadi peredam dengan berdusta pada hatinya. Ini karena perubahan status ini tidak melalui jembatan ‘engaged’ sehingga itu menjadi shock therapy bagi hati si cowok.

Sabtu pagi, seperti  biasanya, si cowok memulai harinya dengan  membuka-buka halaman berita. Mulai detik, vivanews, sampai BBC Indonesia.  Di halaman showbiz, ia menemukan berita yang cukup menarik baginya. “Purple Love”, refrensi  film baru yang menarik minatanya. Setelah membaca resensinya, si cowok tersenyum pahit. Kisah dari film itu menyerupai kisah si cowok di dunia nyata. Bahkan si cowok mengira film itu sengaja di buat hanya untuk mengejek dirinya. Akhirnya hari itu, ia memutuskan untuk pergi ke cineplex untuk menontonnya, karena kebetulan hari itu adalah time to adventure and culinary bagi si cowok.

Siang harinya, di Blok M Square, dengan berpura-pura tak melihat apapun disana, Si cowok perlahan memasuki sarang kapitalis itu. Sesaat ia berhenti di Food Court untuk mengisi perutnya yang memang dari pagi hanya terisi kopi dan beberapa asap nikotin. Dan kemudian melanjutkan misinya demi melihat akting Sigit Purnomo dan Qory Sandioriva. Setelah keluar dari studio, si cowok segera bergegas keluar dari bangunan besar itu dengan perasaan sedikit terhibur. Karena ia merasa mempunyai teman senasib dengannya meski itu hanya di sebuah cerita film.

Sore hari, langit kota Jakarta diselimuti mendung. Si cowok berencana bersilaturahmi ke tempat kawan lamanya yang kebetulan tidak jauh dari sana. Dia bernama Yusuf Syahid Muhammad. Smart, energik, dan juga tampan. Bentuk fisiknya merupakan kolaborasi dari nama depan dan belakangnya. Andai saja si cowok seorang wanita, pasti ia sudah jatuh hati padanya. Si cowok sengaja tak mengkonfirmasi, karena ia tahu jika setiap sabtu, kawannya itu selalu meluangkan waktunya untuk istrinya di rumah, dan supaya kedatanganya menjadi surprise bagi mereka. Sudah hampir setengah tahun mereka tak bertemu. Pertama kali mereka bertemu ketika mereka shalat tarawih bersama di Asrama FOBA Jakarta. Asrama para Mahasiswa dari Negeri Rencong. Sebenarnya, ia mendapat beasiswa post graduate dari Pemda NAD ke Saudi Arabia. Waktu itu, Yusuf baru saja di-drop out dari King Fad University karena masa studinya melebihi batas yang ditentukan oleh pihak pemberi beasiswa. Oleh karena itu, ia melanjutkan kuliahnya di Fakultas Tarbiyah Universitas Al Azhar Indonesia. Entah bagaimana caranya ia bisa langsung melanjutkan di semester akhir tanpa harus mengulang lagi. Namun, yang paling membuat terkesan si cowok dngan Yusuf adalah di usianya yang baru 27 tahun, ia sudah menghafal 30 juz Al Qur’an. Selain karena ketampanan wajah tentunya. Dan kini ia telah menjadi seorang dosen disana.

Setibanya di depan rumah, si cowok terkejut melihat sebuah keanehan besar. Sebuah evolusi teraneh di dunia. Ya,evolusi seorang Maher Zein menjadi seorang Poppy Mercury. Si cowok mendengar suara lagu melankolis era 80-an dari rumah itu. Rumah yang seharusnya mendendangkan khasidah khas timur tengah ala Maher Zein. Terlihat sang pemilik rumah sedang berada di atas atap rumahnya.

Cowok : Assalamu’alaikum Yaa Akhii… *melempar kerikil ke atap rumah

Yusuf : *terkejut+kaget* Wa’alaikumsalam Warahmatullah…

Cowok : Hei.. Kakak lagi ngapain disitu. Buruan turun!!!! Ada tamu istimewa dateng neh… *membuka pintu pagar rumah

Yusuf : Wahh.. Ada angin apa??? Tumben mau dating kesini.

Cowok : Nggak ada apa2 kak.. Kangen tausiah2 nya kakak.  Kebetulan ne tadi abis dari Blok M. Sekalian mampir gitu…

Yusuf : Sebentar, aku turun dulu… *turun tangga

Cowok : Kenapa atapnya Kak???

Yusuf : Bukan,, Itu tandon airnya bocor. Kayaknya minta diganti.

Cowok : Wah,,, Kakak kedatangan orang yang salah donk… Aku kan bukan Super Mario, si tukang ledeng. *tertawa

Yusuf : Trus, super apaan coba??? Super Mie??? *ikut tertawa

Cowok : Ah, kakak bisa aja…

Yusuf : Ayo masuk…

#masuk kedalam rumah#

Yusuf : Sebentar, aku cuci tangan dulu.

Cowok : Ya udah, cuci bajunya sekalian!!! Kotor tuh… *meledek

Yusuf : Tumben-tumbenan kamu kesini. Ada apa???

Cowok : Masak aku mesti  jawab dua kali sih kak,, gag efektif banget.. *tersenyum

Yusuf : Loh,, masalahnya kamu datang kalo ada maunya ajah sih…

Cowok : Ooooo…. Gag segitunya kaleee….

Oh, iya… Gimana kabarnya Kak???

Yusuf : Alhamdulillah sehat.. Lihat aja, tambah gemuk tuh… *melihat diri sendiri

Cowok : Awas overload loh Kak…

Yusuf : Gimana kerjamu??? Masih di Citibank???

Cowok : Nggak… Aku udah lama resign. Digodain Malinda Dee terus sih… Makanya gag betah aku disana.

Yusuf : Ah, kamu bisa ajah.. Emang kenapa??? Bukanya udah enak disana???

Cowok : Tau lah Kak…

Yusuf : Trus sekarang kerja dimana???

Cowok : Jadi buruh pabrik!!!

Yusuf : Aku Tanya serius Boy!!!

Cowok : Aku juga jawab serius, Pak Dosen…. *tertawa

Owh iya,,, Kakak Ipar dimana??? Kok gag keliatan???

Yusuf : *tersenyum dan menunduk* 2 bulan lalu kami bercerai. Sekarang dia pulang ke Bireun.

Cowok : *kaget* Haaa,,,,  It’s just a joke, Right???

Yusuf : No,, I’m serious… Aku juga gag nyangka kalo pernikahan kami cuma bertahan 8 bulan.

Cowok : Jujur,, saat ini aku sedang shock… Aku akan berterimaksaih sekali jika kakak mau meberiku segelas air.

Yusuf : *tertawa* Oh iya… sampe lupa belum dikasih minum. Mau minum apa???

Cowok : Apa ajalah Kak.. Asal jangan tumpahan air tendon yang bocor tadi.

Yusuf : Ya udah tunggu bentar yah… *berjalan ke dapur

Si cowok masih terheran dengan berita yang baru saja didengarnya. Sebuah berita  yang mampu menghilangkan suara yang sejak dua minggu yang lalu terus terngiang di telinganya. Ia penasaran dengan apa yang terjadi pada rumah tangga kawan lamanya itu. Meski ia tau jika ia tak harus mencampurinya. Ia terus memandangi foto pernikahan yang masih tergantung di tembok ruang tamu itu. Foto yang di dalamnya terdapat dua buah senyum kebahagiaan. Ia tahu jika foto itu diambil 8 bulan yang lalu. Namun hari ini, senyum kebahagiaan itu tak ditemukan lagi di rumah itu. Ah, mungkinkah ini alasan yang mebuat adanya evolusi teraneh tadi??? Apakah ini sebab munculnya lagu-lagu melankolis dari dalam rumah ini???

Yusuf : Neh diminum dulu!!! *menyajikan sirup

Cowok : Pasti… Udah haus banget neh… *mengambil sirup dan meminumnya

Jazakullah ya Akhi… Seger banget minumannya!!!!

Yusuf : Sama-sama. Kalo mau nambah, ambil sendiri di dapur. Tamu itu Cuma sekali.. Kalo udah kedua kali berarti bukan tamu lagi. Self Service pokoknya… Anggap ajah rumah sendiri…

Cowok : Ini salah satu kesalahan orang timur Kak,,, menyuruh orang lain menganggap rumahnya seperti rumah sendiri. Coba, misalkan sekarang aku pecah2in kaca meja ini, terus kaca jendela itu, apa aku salah??? Kalo ini aku anggap rumah aku, berarti suka-suka aku dong… *tertawa

Yusuf : *tertawa* Ada benarnya juga sih,,, meskipun salahnya lebih banyak… Daripada semuanya salah, kan mending masih ada benernya…

Cowok : Ihh… dalem banget sih kata2nya… aku kan cuma bercanda Kakak!!!

Oh iya, tapi masih berhubungan kan dengan Kakak ipar??? Kontek-kontekan gitu maksudku??? *memancing pembicaraan

Yusuf : Sometimes, aku juga masih sering menelponnya. Tapi kayaknya tanggapannya udah acuh gitu..

Aku menyesal dulu aku tak terlalu mempedulikan kampanye-mu tentang jodoh.

Cowok : kampanye jodoh??? Emang aku pernah???

Yusuf : Smart and kalem???

Cowok : Owhh.. Yang itu…!!! Memang kenapa dengan smart and kalem???

Yusuf : Kakak Iparmu terlalu smart. Sedang sifat kalemnya tak mampu mengimbangi ke-smart-annya. Itu yang memicu perceraian kami. Mungkin karena itu ia terlalu banyak menuntut.

Cowok : Apa kita sedang membicarakan aib seseorang???

Yusuf : Owh,, maafkan aku. Aku cuma ingin sedikit berbagi.

Setelah aku mencoba evaluasi, sebenarnya banyak factor juga sih… Mungkin kami memang masih terlalu muda untuk membangun rumah tangga. Minim pengalaman namun tetap kami paksakan. Bahkan terkadang aku berfikir tak logis. Seperti mitos di jawa, kegagalan kami karena aku anak ketiga, sedang kakak iparmu anak pertama. *tersenyum

Cowok : Sejak kapan kader Ikhwanul Muslimin membenarkan ‘khurafat’???

Yusuf : Ah,,, aku hanya bercanda.

Cowok : Mungkin Kakak sedang mengalami depresi berat, dan aku bersyukur ternyata masih ada yang lebih parah daripada aku. *tersenyum mengejek

Yusuf : Memang kamu kenapa???

Cowok : Dua minggu yang lalu aku di tinggal nikah, Kak…

Yusuf : *tertawa kegirangan* Apa karena itu kamu dateng kesini???

Cowok : Tapi itu bukan alasan utama, Kak.. Tapi kelihatannya hari ini Allah memang sengaja mempertemukan kita yang bernasib sama. Setidaknya sekarang saya ada temannya. *tersenyum

Yusuf : Trus, apa alasan utamanya???

Cowok : Yah, mungkin ada mahasiswa Kakak yang smart and kalem dan… Ah, tak usah aku teruskan pasti kakak udah mengerti.

Yusuf : Dan aku mau mengenalkannya untukmu??? Ah, enak ajah… *tertawa

Harus aku akui,,, aku selalu kesulitan untuk mengikuti pola pikirmu. Sudah enak kerja di Bank, kamu keluar. Trus, mencari ukhti, mesti yang smart and kalem… Apakah kamu yakin di dunia ini ada yang seperti itu???

Cowok : Ada kak,,, aku yakin ada. Tapi maaf aku tak bisa memberi alasan mengapa aku harus mempertahankan prinsip itu.

Yusuf : Ah, apupunlah itu, entah anti kapitalisme, sekuler, riba perbankan, liberalisme, tapi ketika itu kamu anggap sesuai dengan keyakinan hatimu, pertahankan. Aku akan mendukungmu!!! Tapi yang perlu kamu ingat,,, kamu tak akan pernah bisa lepas dari semua itu. Dan untuk masalah ‘smart and kalem’,,, Aku tak mau janji *tertawa

Si cowok hanya tersipu malu. Hari ini ia mendapatkan sesuatu yang bisa menghibur hatinya. Si cowok tak lagi memikirkan suara yang terus2an terngiang di telinganya. Suara goresan hati. Ternyata di luar sana masih banyak yang hatinya tergores melebihi hatinya. Si Pasha harus tergores hatinya oleh Qory Sandioriva. Kak Yusuf tergores hatinya oleh istrinya. Ternyata, kisah asmara si cowok lebih menarik daripada kisah asmara Pasha. Jika kisah Pasha diberi judul ‘Purple Love’, maka si cowok menyebut kisahnya sebagai ‘Dazzle Love’.

************************************

#back Sound#

Ada Band

aku memujimu hingga jauh

terdengar syahdu ke angkasa

rintihan hatiku memanggilmu

dapatkah kau mendengar

nyawa hidupku

Puncak, Bogor

16th May, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s