Awas ada Nanti!!!!

Standard

Hahaha…

Judulnya ngaco…

Yang ada kan “Awas ada Sule”, tp kok jadi “Awas ada Nanti”???

Gag salah tuh….???🙂

Tapi ini kan cuma sekedar berbagi pengalaman ajah!!!

 

New pattern :

 

Dilarang = Dikerjakan

Diperintah = Ditunda

Ditunda = Tidak dikerjakan!!!

 

Rumus diatas adalah berlaku untukku dan mungkin juga berlaku bagi Anda. Hari ini aku telah menjadi korban kata “nanti”. Karena terlena oleh kata menunda, tak terasa kini tugas-tugasku jadi menumpuk. Bingung harus memulai darimana lagi. Karena menunda, yang ringan kini terasa berat. Yang dekat terlihat jauh. Ah,, Sial!!! Tapi jika ditanya, apakah aku menyesal??? Jawabnya adalah TIDAK. Karena ini adalah proses pembelajaran. Mungkin dari sini aku bisa mengerti tentang bahaya kata “nanti”. Aku jadi teringat sebaris kalimat yang sering terpampang di lembar buku tulis SD dulu. Don’t put off tomorrow what you can do today!!! Ya, kurang lebih seperti itulah bunyinya.

 

Banyak orang yang menyukai kata “nanti”, akibatnya harapan-harapan mereka terlihat sangat jauh. Apabila kita meminta sesuatu kepada mereka, atau menunjukkan suatu pekerjaan dan menyerukan kebajikan kepada mereka, mereka akan menjawab “nanti”. Itu adalah kata-kata kemalasan, penyesalan, dan kerugian. Jika adzan menyeru pada mereka “Mari kita Sholat”, maka dia menjawab “Nanti aku sholat. Sekarang aku ada urusan yang harus aku selesaikan”. Seolah-olah zaman menjamin keabadian baginya, dan seakan-akan malam berjanji memberikan kekekalan kepadanya.

 

Aku berwasiat pada diriku sendiri dan kepada anda untuk berhati-hati dengan kata “nanti” dan jangan menggantungkan lamunan padanya. Cukup aku saja yang menjadi korban, jangan sampai anda ikut menjadi mangsanya. Karena kata itu adalah slogan orang-orang bangkrut, motto para pecundang, dan dalih para pemalas. Umur kita dihitung seiring tarikan nafas kita, dan sejarah kita tertulis seiring detak jarum jam kita. Cukup sudah menanti-nanti. Cukup sudah menunda-nunda.

Bersegeralah kamu!!! (QS Al Imran : 133)

Becepat-cepatlah kamu!!! (QS Aj Jumu’ah : 9)

Lantas, masih adakah alasan kita untuk menunda lagi????

 

Aku berlindung kepada Allah dari menunda-nunda!!!!

 

Sebelumnya aku minta maaf. Tak ada niat untuk menggurui.

Berkhianat dalam ilmu lebih berbahaya daripada berkhianat dalam harta.

Semoga bermanfaat…. ^_^

 

Billahi Fi Sabilil Haq

Fastabiqul Khairat

Wassalamu’alaikum

 

Riam Danau, Ketapang

Pontianak, August 17th, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s