Diam itu emas???

Standard

Diam, katanya emas. Jika memang begitu, harusnya orang yang jatuh cinta diam-diam  praktis menjadi orang terkaya di dunia. Aku tahu! Mengapa jatuh cinta diam-diam tak kunjung membuat pelakunya kaya? Karena ‘emas’ yang di dapat karena diamnya habis digerogoti rasa penasaran dan kelelahan  menebak-nebak.

 

Sesungguhnya benak orang yang jatuh cinta diam-diam adalah benak yang paling cerewet. Dalam pikirannya, orang yang jatuh cinta diam-diam akan terus berceloteh, bertanya, dan menebak. Mungkin terlihat tak ada lelahnya. Tetapi sebenarnya tak ada yang pernah menginginkan itu, hanya saja tak ada yang kuasa ketika itu menimpa dirinya.

Pertanyaan demi pertanyaan terus saja menghiasi pikiran. Aku, juga pernah jatuh cinta diam-diam. Kurang atau lebihnya, aku selalu bertanya :

“Apakah dia tahu kalau aku sering memandanginya bahkan ketika dia melakukan aktivitas sekecil apa pun?”

“Apa dia pernah melihatku, menyadari keberadaanku? Atau aku begitu tak nyata?”

“Pernahkah sedikit saja terlintas dalam pikirannya tentang aku?”

“Mengapa dia mengenakan baju dengan warna seperti warna kesukaanku?”

“Apakah dia pernah berfikir bahwa kita mempunyai zodiak yang sama?”

“Ah, bagaimana bisa update status tentang apa yang baru saja aku alami?”

“Apakah dia punya perasaan yang sama denganku?”

 

Aku sering merenung, khususnya di malam hari. Ah bukan, mungkin lebih tepatnya adalah meng-galau. Karena memang srigalau suka mengaung di malam hari. Aku tak mengerti mengapa hubungan antara satu manusia dengan manusia lain bisa begitu rumit, atau mungkin memang dibuat rumit oleh manusia itu sendiri? Entah.

 

Setahuku, komunikasi bisa meluruskan semuanya, menghilangkan penasaran, menghentikan kamu menebak-nebak. Bicara, dan kamu akan berhenti untuk lelah. Karena orang yang jatuh cinta diam-diam, cintanya juga bisa berbalas. Balasan berupa penerimaan diam-diam, penolakan diam-diam, atau mungkin di abaikan diam-diam.

 

Namun, aku juga tidak bisa seratus persen menyalahkan orang yang jatuh cinta diam-diam. Karena subyek yang dijadikan obyek jatuh cinta diam-diam itu memang terkadang  terlalu kompleks dan membingungkan. Seperti halnya diriku, aku selalu merasa bahwasanya wanita itu sangat membingungkan.

 

Jika dikatakan cantik dikira menggoda,

Jika dibilang jelek di sangka menghina..

Bila dibilang lemah dia protes,

Tapi kalo dibilang perkasa dia nangis .

bingung !!??? #%^&&*

 

Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak!

Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut!

Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya,

Tapi kenapa ya, lebih bangga jadi wanita karir,

Padahal ibu yang baik kan fokus mengurus anaknya, bukan berkarir???

(membenci emansipasi dan kurang begitu suka dengan wanita karir)

 

Bila kesalahannya diingatkan,

Mukanya merah..

Bila di ajari mukanya merah,

Bila di sanjung mukanya merah

Dan jika marahpun mukanya merah, kok sama Semua ?

bingung !!??? #%^&&*

 

Di tanya ya atau tidak, jawabnya diam,

Ditanya tidak atau ya, jawabnya diam,

Ditanya ya atau ya, jawabnya diam,

Ditanya tidak atau tidak, jawabnya  diam,

Namun ketika didiamkan malah marah

bingung !!??? #%^&&*

 

Di bilang ceriwis marah,

Dibilang berisik ngambek,

Dibilang banyak mulut tersinggung,

Tapi kalau dibilang SUPEL

Wadow seneng banget…padahal artinya sama aja.

 

Dibilang gemuk nggak senang

Padahal kan maksudnya sehat.

Tapi kalo dibilang kurus malah senang

Padahal maksudnya “kenapa kamu jadi begini !!!”

Hahaha… It’s just a joke, Boy!!!

 

Jadi, kesimpulannya, wanita itu membingungkan karena mereka selalu mempermasalahkan mengenai dirinya sendiri. Jika harus dirumuskan, kurang lebihnya adalah seperti ini :

 

Woman Pattern :

1. To find a woman you need  time and money : 

Woman = Time x Money

 

2. “Time is money” so :

Time = Money

 

3. Therefore :

Woman = (Money)2

 

4. Monay is the root of all problem:

Monay =  √problem

 

5. Therefore :

Woman =  (√problem)2

 

WOMAN = PROBLEM

 

#Note ini ditulis hanya untuk sekedar hiburan, bukan maksud untuk memojokkan, terlebih pada kaum wanita :p

Fastabiqul Khairat

 

Ketapang, March 15th, 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s