Nikmat “Melupakan” Masa Lalu

Standard

Momentum pergantian tahun, sering digunakan oleh sebagian orang sebagai titik tolak perubahan pada dirinya. Tahun baru berarti semangat baru. Penciptaan resolusi untuk kemaslakhatan dirinya kedepan. Namun kali ini, aku sedang tidak ingin membahas mengenai awal tahun. Bahasan kita kali ini adalah tentang akhir tahun, karena “every ending is begineing”.

 

Seperti Judulnya,  notes ini awalnya terisnpirasi oleh timeline twitter milik idolaku @gitagut. “Moving out and away, leaving everything behind”. Begitu dia menulisakan di timeline-nya. Memang,, Sering kali momen akhir tahun dijadikan sebagian orang untuk evaluasi diri.Dan seperti yang diungkapkan timeline twitter di atas bahwasanya salah satu caranya adalah dengan melupakan apa yang telah terjadi.

 

Yang lalu biarlah berlalu karena ia telah lewat dan luput darimu. Ya, “Supaya kamu jangan berduka cita terhadapa apa yang luput dari kamu” (QS Al Hadid:23). Adalah hakikat yang nyata, hukum yang teguh yang menganjurkan kita untuk yakin bahwa apa yang telah berlalu takkan kembali. Kesedihan takkan mengembalikan apa yang sudah hilang. Gandhi pernah  mengatakan “Janganlah menghamburkan tepung dan jangnlah menebar serbuk gergaji”. Maksudnya, janganlah mengingat-ingat masa lalu. Dalam buku berjudul “Seni Melupakan Sesuatu Yang Dibenci”, menyatakan bahwa kita tak akan merasa aman sentosa, ketenangan, dan kebahagiaan, sampai kita melupakan segala hal dari masa lalu yang tidak kita sukai.

 

Hanya ada satu cara untuk memanfaatkan masa lalu, yaitu dengan menganalisa kesalahan-kesalahan, mengambil manfaat darinya, lalu melupakannya. Mengembalikan masa lalu adalah mengembalikan aliran sungai ke hulu atau mengembalikan bayi ke perut ibunya. Hal itu mustahil. Apa yang telah lewat dan berlalu mustahil diperbaiki. Mengusahakan hal itu adalah kekonuolan dan kegilaan. Mengambil pelajaran dan menggali hikmah dari pengalaman , itulah yang diperintahkan.

 

Seorang filosof berkata : Setiap penyakit di dunia ada obatnya, atau tidak ada obatnya sama sekali. Jika ada obatnya, beusahalah mencarinya. Jika tidak ada, janganlah memikirkannya. Karena petaka yang dapat diubah obatnya adalah kecerdasan, sedangkan petaka yang tak dapat diubah, penyembuhnya adalah sabar dan lupa.

 

Melupakan kejadian masa lalu yang tidak disenangi adalah nikmat, karena ia adalah pekuburan bagi kesedihan, penghalang dari duka nestapa, penyembuh kepedihan, serta penghibur dan pengganti apa yang hilang.

 

Marilah kita beramnesia dengan masa lalu, karena melupakan masa lalu adalah “nikmat”.

Semoga Bermanfaat

Fastabiqul Khairat!!!

 

 

Pontianak, January 04, 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s