Senyum

Standard

Dari dulu, aku tak pernah paham dengan cara Tuhan menjalankan setiap kehidupan ini. Sangat luar biasa. Mengingat, apapun bisa terjadi. Apapun dan  bagaimanapun. Dengan cara-cara yang juga luar biasa. Sedikit mengutip prolog dalam tetralogi laskar pelangi, bahwasanya  walaupun kehidupan dan nasib bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah designe holistik yang sempurna. Ya, aku begitu takjub dengan segala proses yang terjadi. Begitu pula ketakjubanku dengan  sebuah  makhluk yang bernama senyum.

Entah mengapa aku selalu menyukai senyum. Bahkan proses ketika aku jatuh cinta, semuanya selalu dimulai oleh senyum. Aku tak tahu apa yang terkandung dalam sebuah makhluk yang bernama senyum. Yang jelas, aku sangat menyukainya. Untuk itu, aku selalu berusaha membuat joke-joke kecil untuk membuat orang-orang disekitarku tersenyum.

Pernahkah kamu mengenal seseorang yang punya pengaruh besar terhadap dirimu, bahkan terlalu besar? Aku, pernah.

Seseorang seperti itu adalah seseorang yang istimewa. Seseorang yang istimewa bisa menjungkirbalikkan mood-mu dalam sekejap. Dia bisa membuatmu yang sedang dalam suasana hati sumringah menjadi diam dan menekuk muka dalam satu kedipan saja.

Sederhananya, ketika dia tersenyum aku semakin tersenyum. Namun ketika dia cemberut, apapun suasana hatiku, spontan wajahku ini menjadi kusut.

Ah, apakah ini sebuah ketergantungan? Kamu selalu membuatku kawatir. Kawatir jika kamu pergi, senyumku ini akan bergantung pada senyum siapa lagi?

Sadarkah kamu pengaruhmu begitu besar buatku? Ketika aku kecewa, sedih, bahkan marah, satu simpul senyummu bisa mengembangkan senyumku yang terkubur dalam tanah hati yang gelap.

Senyummu begitu manis, melebihi secawan madu. Aku rasa, kalaupun tidak mengandung zat adictif, pasti kadar glukosa yang terkandung dalam senyummu melebihi ketentuan Badan POM. Legit!!!

Sayang, mudah sekali bagimu melengkungkan garis bibirku ke atas atau ke bawah. Kamu tinggal pilih. Jadi aku mohon, tetaplah tersenyum untukku, untuk orang disekitarmu, dan mungkin untuk orang yang bernasib sama denganku.Walaupun hanya sebuah titik dua dan sebuah kurung tutup.🙂

Bagaimanapun keadaanmu hari ini, semoga selalu dalam lindungan Tuhanmu. Amin..

Fastabiqul Khairat

 

Ketapang, March 27, 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s