Troy

Standard

Ketika cinta membawa malapetaka. Ya, mungkin itulah satu dari dua hikmah yang bisa saya ambil setelah melihat film “TROY”. Mengapa cinta yang katanya membawa bahagia malah berbalik membawa malapetaka??? Itu karena cinta itu tidak dilakukan pada orang yang tepat, dengan cara yang tepat, disaat yang tepat dan oleh orang yang tepat. Hancurnya negara hanya karena seorang wanita.

Awal mula kisah ini adalah perjanjian perdamaian antara Troya dengan Sparta. Raja Troya, Priam, mengirim kedua putranya, Pangeran Hector dan Pangeran Paris untuk mengemban misi perdamaian, dan menemui Raja Sparta, Menelaus. Namun, ternyata Pangeran Paris jatuh cinta pada istri Raja Sparta, Helen yang sangat cantik jelita. Begitu pula sebaliknya, Helen membalas cinta Paris. Sehingga Pangeran Paris menyeludupkan Helen dikapalnya dan membawanya pulang ke Troya. Inilah yang saya sebut dengan jatuh cinta pada orang yang tak tepat. Karena Pangeran Paris harus jatuh cinta pada istri orang.

Raja Menelaus sangat marah mengetahui istrinya kabur bersama Pangeran Paris. Ia meminta pertolongan kakaknya, Agamemnon, Raja Micenae yang telah menaklukan banyak negeri, dan memaksa prajuritnya untuk berjuang untuk dirinya. Keinginan Menelaus untuk memerangi Troya disambut hangat oleh Agamemnon. gamemmnon mengutus Odysseus, Raja Ithaca, satu-satunya raja Yunani yang di hormati Achilles. Achilles menyetujui tawaran kejayaan dan kemaasyuran namanya yang kelak tertoreh pada sejarah perang runtuhnya Kerajaan Troya.

Raja Menelaus dan Raja Agamemnon membawa 50.000 pasukan dari Yunani untuk menyerang Troya. Dengan menggunakan 1.000 kapal, mereka menyebrang menuju Troya, dengan dipimpin kapal paling depan oleh Achilles, yang merupakan prajurit terkuat yang sangat tangguh.

Pertempuranpun tak terelakkan lagi, dan pada pertempuran pertama, pasukan Troya yang dipimpin oleh Pangeran Hector mampu mempercundangi pasukan Sparta. Pasukan Raja Agamemnon berhasil dipukul mundur. Troya berpesta, namun tidak bagi Pangeran Hector. Dia justru khawatir akan terjadi pertempuran berikutnya. Dia tahu betul tentang kekuatan pasukan lawan.

Melihat kondisi pasukan lawan yang sudah tertekan, kerajaan Troya bermaksud menyerang lagi untuk segera menghancurkan pasukan Sparta. Pangeran Hector tak setuju, karena kekhawatirannya dan mengutarakan itu semua pada ayahnya, Raja Priam. Namun sang Ayah lebih percaya pada penasehat spiritualnya yang mengatakan “The God favor our cause. The desecration of his tample angers Apollo. The Gods have cursed the Greek. Now is the time to destroy the Greek army. Their morale is battered. Hit them now and hit them hard. They will run away”. Akhirnya sang raja memutuskan untuk menyerang. Ya, sang raja lebih percaya pada ramalan daripada logika.

Suatu hari, ketika Raja Priam datang ke kuil Troya, ia menemukan serakan mayat yang belum di bersihkan. Dan yang paling menghebohkan adalah ketika ditemukannya Patung Kuda Raksasa “Kuda Trojan atau Trojan Horse” persembahan dari Agamemnon. Penduduk Troya percaya bahwa patung adalah dewa yang akan memberikan perdamaian. Raja Priam pikir, Trojan Horse tersebut adalah hadiah dari Agamemnon. Namun, Paris mencurigainya sebagai tipuan. Ia menyuruh ayahnya untuk membakar Trojan Horse tersebut. Tetapi raja Priam lebih percaya oleh penasehatnya yang mengatakan Trojan Horse itu adalah hadiah persembahan perdamaian dari Agomemnon. Ya, lagi-lagi sang raja lebih percaya pada ramalan daripada logikanya.

Pasukan Troya membawa Trojan Horse itu ke dalam Negeri Troya. Para penduduk Troya berpesta mendapat hadiah tersebut. Tanpa mereka sadari suatu malapetaka akan segera terjadi. Tengah malam hari, disaat seluruh penduduk Troya tertidur. Sebagian pasukan terhebat Yunani keluar dari dalam Trojan Horse dan membantai pasukan-pasukan Troya yang sedang terlelap. Mereka dengan sigap dan cepat membantai dan membakar kota Troya. Pasukan Yunani membuka pintu benteng, dan memberi aba-aba dengan menggunakan bor api dari atas benteng kepada seluruh pasukan Yunani yang ada di luar benteng untuk masuk ke dalam Negeri Troya. Mereka menghabisi seluruh kota Troya. Dalam sekejap mata, kota Troya pun hancur dan rata dengan tanah. Ya, hancurnya negara hanya karena seorang wanita.

Nilai Moral :

1. Jangan pernah membawa lari istri orang

2. Jangan percaya pada ramalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s