Ekonominta (Ekonomi Cinta)

Standard

Di sebuah warung ankringan remang-remang:

Cowok A : ”Bagaimana tentang cintamu yang bertepuk sebelah tangan itu??? Aku lihat di statusnya kayaknya gadis pujaanmu itu lagi bersedih”
Cowok B : “Aku sudah jarang menghubunginya. Aku jarang mengikuti perkembangannya. Mungkin akhir-akhir ini aku disibukkan oleh kerjaanku”
Cowok A : “Kamu bodoh!!! Kenapa kamu menghentikan strategimu untuk terus memberinya perhatian???”
Cowok B : “Tanpa perhatian darikupun aku rasa dia sudah cukup bahagia dengan kekasihnya”
Cowok A : “Inilah yang aku sebut sebuah kebodohan!!! Perhatian itu adalah sebuah investasi, Boy.. Kamu harus tahu itu”
Cowok B : *diam*menikmati sebungkus nasi kucing*
Cowok A : “Jangan batasi investasi. Memang, kekasihnya mempunyai saham 80% padanya, tapi jika kamu terus memberikan perhatian padanya hingga investasimu 10%, dan sebut saja 10% untuk yang lain-lain, itu artinya kesempatanmu masih terbuka lebar, Boy… Dan tidak menutup kemungkinan, cintamu akan bertepuk tangan”
Cowok B : Aku tak mengerti maksudmu *menggigit sate telur puyuh*
Cowok A : Kalau terjadi kebangkrutan, yang paling bangkrut adalah pemegang saham terbanyak, dan kalau saham dilepas, yang ditawari pertama kali adalah pemegang saham lainnya” *tertawa..
Cowok B : Terkadang, ada sesuatu yang tidak bisa di ukur dengan angka dan jumlah, Boy…

#Kemudian hening

Di sebuah café bernuansa teduh dengan gemerlap lampu di atasnya:

“Apakah kamu mencintaiku???”, tanya lelaki itu
“Tentu, sayang… Kamu menanyakan sesuatu yang kamu sendiri sudah tahu jawabnnya”, jawab wanitanya
“Bukan begitu sayang… Aku cuma pengen tahu seberapa besar kamu mencintaiku”, tandasnya
“Sebesar jagat raya!!!”, jawab wanitanya sembari tertawa
“Kalo diukur pake persentase???”, tanyanya
“100 %”, wanita itu meyakinkan.
“Baiklah, berarti aku harus mencintaimu sebesar 80 %”, kata lelaki itu.
“Kok bisa begitu, kamu curang”, wanitanya complain.
“Menurut paham kapitalis, raihlah untung sebanyak-banyaknya dengan modal sekecil-kecilnya”, jawab lelaki itu tersenyum.
“Kalau kamu mencintaiku sebesar 100%, maka aku harus mencintaimu sebesar 80 %. Karena aku cuma pengen untung 25 %”, lanjutnya.
“Tapi, Apakah semua itu bisa diukur dengan angka???”, wanita itu berkata lirih

#Kemudian hening

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s