Dating Every Weekend (7)

Standard

Prinsip haruslah dijunjung tinggi. Janji tak boleh diingkari. Dua slogan yang selalu menginspirasiku untuk menjadi sosok yang bertanggung jawab. Itu adalah slogan dari seorang Maha patih negri Malawapati. Batik Madrim. Karena salah satu pantangan bagi seorang laki-laki untuk mendapatkan respect dan simpatik dari seorang wanita adalah menjilat ludah sendiri. Aku tak ingin menjadi orang yang seperti itu. Untuk itu, rutinitasku setiap malam minggu adalah pergi kerumah Lia. Demi menepati sebuah komitmen yang aku sepakati. Meskipun karena itu aku sering melewatkan laga English Premier League yang sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan.
Sebenarnya rutinitas ini tidak serta merta ada. Ini telah melewati proses perdebatan yang alot dan panjang. Dulu, ketika aku menanyakan maksud komitmen Lia yang ketiga, dia dengan enteng menjawab “I want a date every weekend”. Mendengar kata-kata itu aku langsung tersontak. Yang ada dibenakku saat itu adalah bangunan Mall dengan kemerlap lampunya, Cafe-cafe dengan meja dan kursi uniknya, serta cinema-cinema dengan ratusan pasang anak remaja yang sedang mengantri tiket. Ah, sungguh memuakkan. Aku tahu Lia pengikut glamourisme, dan aku tak pernah menyalahkannya. Dia memang mempunyai hak penuh untuk hal itu. Ini sangatlah kontras dengan kehidupanku. Life style yang seadanya, yang berusaha bertahan hidup dengan memupuk pikiran bebal pada mahasiswa borjuis yang sudah mulai frustasi dengan skripsi dan tugas akhirnya. Pernahkah kamu mendengar istilah “kurir skripsi”??? Dua setengah tahun aku menjalani profesi itu.

“Dating every weekend” membuat aku mengajukan judical review pada Lia dengan alasan kegiatan-kegiatan organisasi kampus yang tidak memungkinkan untuk melakukan itu setiap minggunya. Namun Lia tak goyah dengan komitmennya. Aku mencari alasan lain, karena aku tak mungkin mengatakan alasanku yang sebenarnya : Funding problem. Apakah aku harus mengemis pada IMF hanya demi sebuah komitmen bodoh??? Apa aku harus meminta belas kasihan World Bank hanya untuk mengikuti glamourisme Lia??? Ah tidak, sekali-kali tidak.
“What do you think about this date???”, tanyaku memancing Lia.
“Shopping, culinary, or watching cinema maybe”, sahut Lia.

Astaghfirullah,,, Bagaimana bisa dengan cepat apa yang aku fikirkan itu bertranformasi dari otakku ke otak Lia??? Tadinya aku tak ingin mendengar jawaban seperti itu. Namun kini aku sudah terlanjur mendengarnya.

“Itu sama halnya kamu ingin membunuhku dengan pedangku sendiri, Lia!!!”, ungkpku.
“Aku kira kamu sudah tahu jika aku bukanlah seorang Keynesian, kamu juga tahu kalo aku membenci kapitalisme, tapi mengapa kamu memintaku seperti itu???”, jawabku sok prinsipil.

Lia diam. Ia menunduk ta’zim, seolah-olah ia bisa memaklumi alasanku itu. Ya, aku menemukan momentum secara tak sengaja dengan perkataan itu.

“Lalu, bagaimana menurutmu, Boy???”, tanya Lia yang terlihat kecewa.
“Begini saja, kita ambil jalan tengah. Aku tak ingin mengingkari janjiku. Setiap malam minggu, aku akan kerumahmu untuk mengunjungimu”, ungkapku.
“Kemana saja, asal tak disarang para Keynessian itu”, lanjutku.
“Every satnite???” tanya Lia
Aku mengangguk. Lia mengangkt kepalanya yang tertunduk, kemudian diulurkannya kelingking kananya padaku. Aku memahami maksudnya. Namun aku tak menyambut uluran kelingking itu. Aku tak ingin komitment pertamaku hancur hanya karena sebuah kelingking.
“Deal…!!!!”, jawabku.

Maka, sejak saat itulah aku memiliki rutinitas baru yang terkadang memang mebuatku merasa jenuh. Namun justru rutinitas itulah yang membuat kau lebih bisa menghargai waktu. Membuatku lebih kreatif dari sebelumnya. Terkadang, jauh-jauh hari sebelum hari sabtu datang, aku sudah menyiapkan silabus mengenai topik yang yang akan aku bawakan di sabtu malam nanti. Aku sangat menikmati hal itu. Ya, kekaguman akan membuat seseorang menjadi lebih kreatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s