Secarik Kisah

Standard

24112009

BY Sort Message Service

A: Assalam, ada berita duka.

B: Wa’alaikumsalam, let me know please..

A: Tadi waktu aku ngobrol diwarung deket rumah Tia, ada kabar kalau dia minggu depan mau nikah.

B: Kamu yakin?

A: Yakin banget, sepupunya dia kok yang cerita.

B: Ohno..

Kiamat terjadi. Kiamat syugro bukanlah ketika malaikat meniup sangkakala, tapi ketika mendengar orang yang kamu cintai hendak menikah dengan orang lain. Lidah kilu, bibir menjadi beku. Tatapan mata pun kosong. Pikiran melaju dengan cepat kembali pada masa itu. Tiga tahun yang sudah berlalu.

 

26112009

BY Sort Message Service

B: Assalamu’alaikum, Mbak.. apa kabar?

Tia: Wa’alaikumsalam, Alhamdulillah sehat, lama nggak kasih kabar, km sehat juga kan?

B: Alhamdulillah, secara fisik sehat, cuma perasaanku lagi ada sedikit gangguan.

Tia: Heheehe.. km bisa aja. Emang knp dengan perasaannya?

B: Perasaannya lagi nggak karuan, makanya itu aku sms km.

Tia: Lohh.. trus apa hubungannya sama aku?

B: Kemarin aku denger kabar burung tentang km, yang krn kabar itu perasaanku jadi gak karuan.

Tia: Ah, kabar burung tetang apa? Aku gak knp2 kok.

B: Mbak.. pura-pura tidak tahu itu sama halnya dengan pembodohan terhadap akal.

 

Tidak ada sms balasan dari Tia. Namun tak lebih dari semenit, sebuah panggilan telepon masuk.

BY Telephone

B: Asslamu’alaikum *lirih

Tia: Wa’alaikumsalam, km lagi dimana? Di rumah apa di Malang?

B: Itu suara apa sih? Angin? Hujan?

Tia: Nggak ada suara apa-apa. Disini juga nggak angin ataupun hujan. Sinyalnya lagi gangguan kali..

B: Kalau memang nggak ada angin, nggak ada hujan, lantas kenapa kamu tiba-tiba menelponku. Aku rasa ini pertama kalinya sejak tiga tahun yang lalu.

Sejenak hening, hanya terdengar suara Tia yang sedang menarik nafas. Nafasnya terdengar nggak stabil. Kemudian suara isakan tangis yang terdengar semakin jelas.

B: Mbak.. km kenapa? Km lagi nangis?

Tia: Sebenarnya aku tak ingin memberitahumu untuk acaraku ini. Tapi berhubung kamu menanyakannya, terpaksa aku akan jawab. Besok jam 9 pagi insyaAllah aku tunangan. Namun resepsinya baru dilaksanakan tanggal 12 besok. Nanti undanganmu aku titipkan Amri.

Dia mendengar isakan tangis Tia semakin terdengar kencang. Perasaannya semakin tak karuan. Tak terasa air matanya pun ikut menetes. Jawaban yang tidak ia harapkan benar-benar terjadi. Kali ini lansung dari Tia. Wanita yang lima tahun lalu menjadi orang paling ia cintai. Bibirnya bergetar, entah apa yang ada dipikirannya. Mungkin karena ia akan mejadi seorang munafik karena apa yang akan dikatakannya tidak sesuai dengan isi hatinya.

B: Alhamdulillah.. Aku ikut senang mendengarnya mbak.. Barokallohulaka wa baroka alaika wa jama’abainakumaa fii khair..

Tia: Iya, terima kasih doanya.. Aku berharap kamu datang di acara resepsinya besok.

B: Sebelumnya maaf, dulu kamu pernah bilang kalau jadi laki-laki haruslah tegas. Jadi aku mau tegaskan, kalau aku tidak akan datang di acara pernikahanmu. Aku takut kalau perasaan ini akan semakin kecewa jika nanti aku datang. Aku berharap kamu mengerti, Mbak..

Tia: Iya, aku juga tidak memaksa. Aku tau jika aku diposisimu.

B: Terima kasih atas pengertianmu, sudah kamu prepare sana. Besok adalah hari bersejarah buat kamu.

Tia: Tetap jaga silaturahmi yaa.. Maaf kalau selama ini aku banyak salah. Assalamu’alaikum

Dia hanya terdiam, tak menjawab salam dari Tia. Pipinya masih dialiri oleh air mata. “Aku bahagia melihat dia bahagia bersamanya”. Itu adalah kalimat paling klise sedunia. Kalimat yang hanya ada di telenovela.

 

12122009

BY Short Message Service

A: Aku lagi di wedding party. Melihat wajah itu, aku langsung teringat kamu.

B: Oh Fakkk.. Sampaikan salamku padanya.

A: Sudah aku sampaikan sebelum kamu memintanya.

 

17062012

Setelah hampir enam tahun tak bertemu, kali ini mereka bertemu di sebuah acara pernikahan seorang teman. Pertemuan kali ini berbeda. Tia datang bersama seorang laki-laki gagah dan seorang bayi yang terlihat lucu. Namun dia datang masih dengan perasaan yang sama seperti dulu. Tuhan mungkin mentakdirkan mereka bertemu pada hari itu sampai-sampai mereka didudukan berdampingan. Mereka saling tatap namun tak saling sapa. Mungkin mereka canggung atau mungkin lupa dengan komitmen mereka untuk tetap menjaga silaturahmi. Meraka tampak tak salaing kenal. Ditengah mendengarkan tausyiah walimatul ursy, Tia malah asik bermain dengan bayinya. Begitupula dengannya, dia malah memasng headset ke telinganya kemudian mendengarkan lagu. Entahlah..

Tia

(PADI)

Kau datang mengejutkan diriku
Menikam hatiku… detak jantungku
Sesungguhnya ku tak inginkan dirimu
Disaat ini… di tempat ini…

Di pelupuk hatiku melupakanmu
Di pusara jiwaku
Pernah ku memiliki
Kisah tersembunyi dalam hidupku

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)… dan bukan waktunya

Apapun yang terjadi
Kau tahu, sebenarnya hidupku
Sudah menyenangkan…
Saat ini sudah cukup… cukup sudah…cukup sudah
Ku berbahagia

Tak sepatutnya kita berjumpa lagi
Tak sepantasnya aku
Menyimpan perasan di satu tanganku yang lain

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)… dan bukan waktunya

Semua tlah berakhir di hari itu
Tak perlu kususun lagi serpihan yang dulu
Aku tak bisa menjadikan semunya sempurna
Hanya keinginan yang terbaik
Bagi semuaa…

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)… dan bukan waktunya

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan…)
(Bukan saatnya)… dan bukan waktunya

Kau datang disini, terlanjur… mengejutkanku

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s