Jatuh Hati

Standard

Disudut sebuah warung makan, menunggu gerimis berhenti. Alunan lagu “Buka Titik Joss” menyeruak dari sebuah speaker yang menggantung di dinding, seolah tak mau kalah dengan gemercik air yang jatuh dari langit.

A: Ada apa lagi Mir??? Kenapa kamu memintaku kesini???

B: Aku pengen curhat.

A: Kenapa lagi???

B: Kemarin aku sms dia pake nomor baru. Mencoba menggoda dia dengan mengaku jadi mantannya. Aku cuma pengen nge-test dia, apa dia masih ada feeling sama mantannya. Tapi ternyata…

A: Hashhh.. Itu berarti memang kamu yang nyari gara-gara.

B: Okee, kamu boleh menyalahkanku, tapi seandainya kamu jadi cewek, kamu juga akan melakukannya.

A: *smile*

B: Kita ada disini bukan untuk saling menyalahkan. Aku perlu saran dari kamu.

A: Saran apa lagi, semuanya sudah jelas.

B: Jelas bagaimana???

A: Ya sudah, kalo kamu masih mau menerima dia dengan kondisi yang belum bisa lepas dari masalalu, kamu harus minta maaf. Kalau kamu ga bisa menerima, ya sudah lupakan saja. Lagian cinta itu bukan ujian. Gak perlu di test segala..

B: Kamu bisa ngomong kayak gitu soalnya kamu belum pernah jatuh hati. Kamu tahu bedanya naksir sama jatuh hati?

A: *menggelengkan kepala*

B: Kalau naksir itu cuma pake perhitungan matematika, tapi kalau jatuh hati, itu perkala biologi. Aku rasa aku sudah jatuh hati padanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s