Tentang Lagu Anak

Standard

ilustrationCeritanya kan tadi pagi tiba-tiba kangen sama keponakan. Usianya 2 tahun 9 bulan. Lagi lucu-lucunya memang. Maka, aku telponlah mamaknya supaya disambungkan ke dia. Maklum anak kecil kan belum punya HP sendiri. Hehehe…

Ketika HP dipegannya, belum sempat aku mengucap salam, dia sudah mulai nerocos. Memang nerocos nya ini yang bikin kangen. Entah apa yang diomongkannya. Yang jelas, meskipun aku nggak ngerti, tapi aku menikmatinya. Sesekali aku tanya sesuatu ke dia, namun jawabannya lain. Kadang nerocos nggak jelas, ngaji ga jelas, nyanyi-nyanyi juga nggak jelas dan aku cuma mendengarkannya saja. Karena penasaran sama yang dinyanyikannya, maka aku tanya sama dia

Aku : Kamu nyanyi apa itu?? Balonku ada lima???
Dia : Atu atu bisa anyi..
Aku : Kamu mau nyanyi apa??
Dia: Atu anyi ambil dodet.
Aku: *bingung*
Dia: Utin ini aca yaa uta iyinyaa dejak epama atu epanya ibukmu apa omermu apa
Aku : *semakin bingung* *Gak paham*

Setelah HP nya dikasihkan ke mamaknya, bertanyalah aku ke mamaknya.

Aku: Dia ngomong apa sih tadi, mbak??
Mamak: Dia itu lagi kena syndrom coboy junior itu loh..
Aku: Apa itu?
Mamak : Masak Om-nya kalah gaul sama keponakannya.
Aku: *speechless*

Karena merasa penasaran, maka googling lah aku.. Dan pada akhirnya, aku jadi mengerti apa yang tadi dinyayikan oleh keponakan saya. Kalau saya tidak salah, lagu itu judulnya “Kamu”.
Lebih lanjut, akupun download lagu itu. Aku pengen menghafal lagunya dengan harapan waktu ketemu dia nanti kita bisa bernyanyi bersama.

Setelah selesei download, aku mencoba mendengar dan menghayati liriknya. Setelah sekian tahun hampir tidak pernah update perkembangan lagu anak-anak, akupun tersentak. Apakah lagu-lagu dengan lirik seperti ini cocok untuk dinyanyikan oleh penyanyi seumuran mereka yang notabene usianya baru 10-13 tahun. Akupun membandingkannya dengan lagu anak-anak pada jamanku dulu sehingga otakku langsung dipenuhi dengan wajah Trio Kwek Kwek, Joshua, Cindy Cenora, dan Chiquita Meidy.

Dahulu dijamanku, pesan yang terkandung dalam lirik lagu anak-anak lebih memberikan pendidikan dan pengetahuan bagi anak-anak dan terkadang juga menceritakan tentang aktivitas mereka mulai dari kegiatan mereka sekolah, liburan, dsb. Penampilannya pun sangat sederhana dan sewajarnya sebagai seorang anak. Mulai dari pakaian, gaya bernyanyi, dan gerakan-gerakannya dalam bernyanyi. Jadi penyanyi anak-anak ketika itu lebih mengedepankan materi nyanyian yang dibawakannya.

Dan sekarang, penyanyi anak-anak lebih mengutamakan fashion dibandingkan fungsi atas lagu itu sendiri. Sebut saja penyanyi yang lagunya baru saja aku download. Dengan gaya rambut gimbalnya, dia berjoget kesana-kesini dengan pakaian yang tidak selayaknya dikenakan oleh dia. Lirik lagunyapun berisi tentang masalah cinta, hati, dan kegalaun yang seharusnya belum pantas untuk anak seusia mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s