Curhatan akhir tahun

Standard

*Music*

Dibilang sendiri, aku punya istri

Dibilang beristri, aku bobok sendiri

 

Hahahaa… lirik lagu itu tepat sekali jika untuk menggambarkan kondisiku saat ini. Bukan apa, semenjak menikah, kami sudah menjalani hukuman LDM (Long Distance Marriage) karena alasan pekerjaan. Ini adalah konsekuensi dari pekerjaanku sebagi buruh pabrik yang lokasinya nun jauh disana. Awalnya aku merasa tidak ada masalah dalam menjalani semua itu. Sampai suatu waktu aku dibuat berfikir oleh chat temenku.

Teman : Hei juhh.. yo’opo kabare?

Aku        : Kipa Sam.. bisnis opo saiki?

Teman : Pancet juhh.. Sik tetep na Borneo?

Aku        : Iyo jehh..

Teman : Semalam aku menyusuri blog-mu.

Aku        : Apa yang kamu temukan?

Teman  : Ya beberapa cerita masa lalu yang aku ragukan ke-non-fiksiannya. Cerito anyar mek sitik. Piye kerjomu? lancar?

Aku        : Harga komoditas anjlokk. Ajurr duit ndogg..

Teman  : Piye, bojomu melu mrono?

Aku        : Tak tinggal na omah juhh..

Teman : Loh lho.. LDR? Kamu termasuk aliran itu?

Aku        : Hahahaa.. Iyo juh.. kebenaran cinta hanya bisa didapat dari hubungan jarak jauh.

Teman : Iyoo aku ngerti. Ketika kita menulispun kita juga butuh space. Iyo kan?

Aku        : Setuju!!!

Teman : But not too much space.

Aku       : That’s right.

Teman  : Terlalu banyak spasi yoh ora apik jeh.. Gak dadi tulisan.. Tapi dadi jeneng toko.

Aku        : T         O          K          O         M          A          J        U       J         A         Y         A

Teman  : Segera cari solusi jeh, terutama lak wis duwe anak. Aku masih percaya orang yang jatuh cinta bisa menembus waktu, kenangan masa lalu ataupun angan-angan masa depan. Tapi aku gak percaya cinta bisa menembus ruang dan jarak dengan teknologi apapun.

Beberapa waktu yang lalu, setelah periksa ke dokter, istriku dinyatakan hamil. Dan kalian sudah bisa menebak apa yang kupikirkan. Ya, aku terngiang oleh kata-kata temenku melalui chat-nya. “Aku masih percaya orang yang jatuh cinta bisa menembus waktu, kenangan masa lalu ataupun angan-angan masa depan. Tapi aku gak percaya cinta bisa menembus ruang dan jarak dengan teknologi apapun”.

Mungkin karena masa awal kehamilan, istri saya selalu mengeluh jika tubuhnya lemes, mual, dan setiap dikasih makan selalu pengen muntah. Aku semakin tak tega mendengarnya dan yang lebih membuat sedih adalah aku tidak bisa mendampinginya sehingga dia harus mengurus dirinya sendiri di rumah. Meskipun tidak dilarang, Long Distance Marriage memang bukan kondisi paling ideal untuk sebuah rumah tangga. Ada risiko tersendiri, ada pahit getirnya, pokoknya ada sesuatu yang kuranglah.

Setelah melalui berbagai macam pertimbangan, akhirnya aku membuat keputusan bahwa aku akan menemani dan mendampinginya. Dia adalah titipan-Nya yang telah diamanahkan padaku. Setiap apa yang dia kerjakan, aku ikut dimintai pertanggung jawaban. Maka, hari ini akupun mengajukan pengunduran diri di tempat kerjaku. Percoyo yen rejeki wis enek sing ngatur. Ono dino yo ono upo, asal gelem obah mesti iso mamah. All I need is time and I hope a very good luck charm for next 2016. Bismillah.. budalll…

Happy New Year 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s